Effect Salju

Bintang (cursor)

Paijo Speed (Cursor)

Seiring Kekuatan Besar Datang Tanggung Jawab Besar

Seiring Kekuatan Besar Datang Tanggung Jawab Besar

28 Februari 2018

SURAT BUAT CALON ISTRI KU

Hai sayang...
Iya kamu, siapa lagi kalau bukan kamu.
Kamu Ika, dan bukan yang lain, hanya kamu.
Kamu lah sayangku, kamu lah inspirasi ku, motivasi hidup ku.
Wanita yang sangat  aku banggakan, dan Ibu dari anak-anak ku kelak.

Hai sayang...
Tetaplah tegar sayang. Jangan takut, jangan menangis.
Karna aku akan selalu mendampingimu. Karna aku akan selalu ada bersamamu.

Hai sayang...
Percayalah...
Apapun yang ada padaku adalah milikmu.
Apapun masalah yang kau hadapi adalah masalahku juga, karna
itulah keharusan, dan kewajibanku menjaga dan menutupi segalanya tentangmu,
tentang kita juga.
Karna sekarang aku dan kamu telah menjadi kita.

Hai sayang...
Terbukalah untukku, agar aku senantiasa bisa merasakan apa yang kamu rasakan.
Ijinkan aku untuk masuk kedalam duniamu, mulai saat ini hingga akhir nanti.
Karna bagiku senyum mu adalah kebahagiaanku. Dan tangismu adalah kesedihanku.

Hai sayang...
Berhentilah berlari, dan tunggulah aku hingga aku dapat mencapai jejakmu.
Karna saat ini aku belum bisa meraihmu, belum bisa mendapatkanmu sepenuhnya.
Berhentilah berlari, agar aku bisa berdiri disampingmu.
Berhentilah berlari, agar aku bisa berlajan seirama disampingmu.

Hai sayang...
Ijinkan aku meraih tanganmu, agar aku bisa merasakan perjuanganmu.
Ijinkan aku meraih pundakmu, agar aku bisa menjadi sandaran kesdihanmu.
Ijinkan aku memelukmu, agar aku bisa merasakan harapanmu.
Ijinkan aku mencium keningmu, agar aku bisa merasakan hangatnya kelembutan cintamu.

Hai sayang...
Sekarang kau tak perlu takut lagi.
Sekarang tak lagi ada beban yang mendalam disetiap hari-harimu.
Sekarang tak lagi ada kesedihan dan tangis lagi.
Sekarang yang ada hanya tetes air mata kebahagiaan, senyum dan tawa kehangatan.

Hai sayang...
Mari kita raih bersama harapan dan cita kita.
Mari kita ciptakan rasa peduli kita bersama.
Mari kita tunjukkan pada semua bahwa kita adalah sama.

Dan pada akhirnya kaulah istriku satu-satunya pilihanku,
kaulah istriku yang senantiasa aku banggakan,
kalulah istriku yang aku pertahankan dan aku perjuangkan.

Aku sayang kamu wahai calon istriku (Ika).

14 Februari 2018

Entahlah

Berkata, “Sudahlah.”
27 June 2015
Halo,
Apa kabarmu pagi ini? Kuharap kau tak bangun kesiangan dan terlambat berangkat ke kantor lagi. Aku percaya kau menyadari, kebiasaanmu yang satu itu tak layak dipertahankan di umur yang sedewasa ini. Kau sudah sarjana, sudah melewati beberapa tahap krusial kehidupan. Harusnya kau mengerti bahwa hidup sudah semakin konsekuensial. Sifat buruk yang kau miliki tak hanya punya dampak pada dirimu sendiri, namun juga orang lain yang dekat di sekitarmu. Termasuk — atau terutama — aku.
Aku menyapamu sepagi ini karena perlu menyampaikan sesuatu. Begini: aku akan meninggalkanmu.
Jangan terkejut. Jangan pula berkata kau tak pernah menduganya. Beberapa hari terakhir ini kau selalu mendesakku untuk bercerita mengapa sikapku mendadak berbeda, mendadak lebih diam dari biasanya.
Tenanglah dan jangan terburu-buru. Masih ada banyak hal yang perlu kusampaikan padamu.
Menerimamu dalam hidupku sebagai pasangan adalah kesalahan. Aku jatuh terlalu dalam, menganggapmu suatu kemutlakan
Kalau aku diizinkan berbicara sedikit cheesy seperti tokoh di film remaja, aku tahu benar apa itu cinta. Bagaimana tidak? Aku pernah merasakannya. Dan tidaklah berlebihan untuk mengakui, tak ada yang sanggup meruntuhkan “dindingku” sebelum kau. Kau tak segan memberi perhatian. Hadiah kecil pun tanpa kuminta kau berikan. Kau tipe orang yang tak main-main, katamu. Aku yang naif pun terpikat saja di waktu itu.
Realita jatuh ke pelipisku dengan tiba-tiba. Setelah kita menyepakati rasa, kau perlahan berubah jadi semakin seenaknya. Makin bertumbuh perasaanku, makin sadar dirimu — dan makin hebat kau memanfaatkannya. “Kalau kamu sayang, kamu harus mau berkorban buatku,” adalah kalimat yang begitu sering terlontar darimu. “Iya, aku minta maaf!” Katamu kesal jika setiap aku menjelaskan kau telah berbuat kesalahan. Kalimatmu yang berikutnya bisa aku ramal: “Kalau kamu sayang, harusnya kamu mau memaafkan.”
Denganmu, cinta menjadi bersyarat. Ia harus didemonstrasikan dari waktu ke waktu dengan tindakan-tindakan dan pengorbanan hebat.
Awalnya aku menerima sikapmu dengan hati terbuka. Kuanggap tuntutan itu normal dalam hubungan cinta; sikap burukmu sebagai hal yang harus ditolerir dalam proses menerima pasangan “apa adanya”. Aku jatuh terlalu dalam, menganggapmu sebagai kemutlakan. Bahkan tumbuh insting dalam pikiranku untuk melindungimu. Melindungi dari apa? Kini mengingat insting itu membuatku tertawa. Justru akulah yang patut dilindungi. Dari dirimu sendiri.
Berkeras untuk tetap memberimu hati adalah pengkhianatan pada diriku sendiri. Maaf, di atasmu ada aku yang lebih kusayangi
Ini bukan kali pertama aku berkata bahwa hubungan kita sebaiknya diakhiri saja. Namun dulu kau selalu meminta, tak bisakah kau mendapat kesempatan kedua? Dirimu tampak menimbun sesal. Aku pun takluk, niatku untuk meninggalkanmu tak pernah cukup tegar.
Namun perempuan yang baik selalu tahu kapan sebaiknya dia pergi. Kini aku mengerti, berkeras untuk memberimu hati adalah kejahatan pada diriku sendiri. Tak hanya telah memberimu kesempatan kedua. Aku mengorbankan waktu untuk mempercayakanmu kans yang ketiga dan nomor-nomor setelahnya. Setiap kali aku berkata diriku sudah terlalu lelah, kau akan berjanji untuk berubah.
Aku sempat percaya, diriku bisa mengubahmu dengan perangkat sesederhana cinta. Betapa naifnya.
Aku sempat percaya kau akan menepati ikrar. Aku pun sudah memberimu waktu yang tidak sebentar. Dalam bayanganku, kau akan berubah pelan-pelan. Menjadi seperhatian dulu, menghargai perasaan dan mimpi-mimpiku. Tak menjatuhkan semangatku dengan kata-kata seperti “Mana mungkin kamu bisa?” Dalam bayanganku, kau adalah pria baik yang perlu dituntun untuk kembali lagi ke fitrahnya. Dan dalam bayanganku, yang bisa menuntunmu hanyalah diriku.
Kau tak pernah mau belajar mendewasa. Aku tak punya pilihan: akulah yang harus jadi dewasa di antara kita. Dan itu artinya berhenti mengharapkan sesuatu yang akan sulit dicapai realita. Berhenti berharap bahwa dirimu akan lebih bijak dalam berkata-kata, lebih menghargai dan menghormati usaha pasangannya. Kukira diriku akan mampu mengubahmu jadi seperti dulu. Sekarang aku sadar,
Aku meninggalkanmu sekarang, selagi hati masih punya ruang untuk memaafkan. Semoga kau menemukan penggantiku yang bisa jauh lebih bersabar
Aku tak bilang ini mudah. Namun saat segala hal sudah coba untuk kulakukan, tiba waktunya untuk menyerah. Untuk berkata “Ah, sudahlah.” Aku tak mau menyimpan dendam, dan aku ingin meninggalkanmu selagi hatiku masih punya ruang untuk memaafkan.
Semoga kau diberkahi dengan masa depan yang lebih baik lagi. Dengan pasangan yang sanggup lebih bersabar, yang menerimamu sebagaimana dirimu sekarang. Karena orang itu jelas bukan aku.
Tenanglah, Sayang.

Aku mencintaimu

Aku mencintai kamu
Aku sadar aku tak sempurna tetapi kau menyempurnakan ku dengan cinta mu
jika mencintaimu dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dekapan dan akan kuakhiri dengan sebuah pengabdian.
tak perlu kamu mencari lagi dimana tulang rusukmu, aku disini yang menjadi tulang rusukmu
Lelah ini hanyalah gambaran dari sebuah perjuangan, untuk kita ?
aku gak mungkin bisa membaca pikiranmu, tapi satu yg bisa kulakukan: mencintaimu segenap hatiku
ketika kau mencintanya dan kau hanya mendapat hujan, cintailah aku sebagai pelangi mu
jika aku selalu membuatmu kesal berikanlah aku waktu untuk membahagiakan mu walaupun hanya sebentar
Aku akan tetap menjaga indahnya cinta kita meski suatu saat pelangi tak lagi sanggup menjaga indahnya goresan warnanya
Cinta adalah berbagi. Karena walau ada di dua raga, setiap pasangan hanya memiliki satu hati
Aku pasrahkan cintaku untukmu pada Yang Kuasa, meski dengan tangis kau ku lepaskan, hanya demi kebahagiaanmu..
Tak perlu menunggu ucapan cinta darimu, perhatian mu dan senyummu sudah cukup membuat ku tau
Aku selalu berusaha mencintai segala kekuranganmu. Bukankah memang itu yg seharusnya?
Cukup kau katakan pada semua orang, bahwa yang tulus mencintaimu hanya aku!
Saat kita jauh, sebenarnya hanya raga kita yang jauh. Namun hati kita selalu dekat, karena hatiku ada di hatimu.
Waktu yang mempertemukan kita , Waktu yg membuktikan besarnya cinta kita untuk bersama
Tak banyak kata yang bisa kuberi. Cukup kau tatap mataku dan lihat senyumku, berjuta cinta bermuara disana.
Kata-Kata cinta bukan hanya ungkapan, bukan hanya tulisan, tapi cukup dengan perasaan.
Ketika aku tak berada di samping mu, bukan berarti aku tidak bersamamu, ingat hatiku selalu bersamamu.
Merindumu adalah kemampuanku. Walau kita belum bertemu. Aku padamu.
Mencintaimu adalah inginku. memilikimu adalah dambaku. meski jarak jadi pemisah, hati tak akan bisa terpisah.
Mencintaimu, membuat air mataku tak mudah jatuh. :)
Bila waktu tak izinkan kita terus bersama maka izinkan aku untuk terus menyimpanmu di dalam hatiku..
Teruslah berlari. Tapi jika kau lelah, tengoklah ke belakang. Ada aku yg selalu menantimu.
Sesakit apapun kau menyakitiku, aku masih mencintaimu dan masih setia menunggumu disini
Aku disini cintaimu hingga akhir, walau air mata tak terbendung senyumku tetap terukir.
Mendengarkanmu adalah caraku mencintaimu. Sederhana tapi tidak sesederhana itu.
Aku ingin bertemu denganmu. merasakan bahagia bersamamu sebelum berpisah.
Mungkin aku bukan yang terbaik bagimu, tapi yakinlah akan ketulusanku. Karena bagiku, mencintaimu adalah bahagiaku.
katakan apa yang ingin kamu katakan... karena cinta tidak akan pernah bohong untuk mencintai dan dicintai...
jika hanya lewat mimpi aku bisa bertemu denganmu... maka biarlah aku tertidur selamanya, agar bisa selalu bertemu denganmu dimimpiku.
Jika seseorang bisa mencintai kekuranganmu, buatmu merasa dibutuhkan setiap waktu, dan suka habiskan waktu denganmu.
Salah satu momen terindah dalam hidup adalah ketika kamu melihat orang tuamu tersenyum dan menyadari kamulah alasan dibaliknya.
Aku MencintaiMu karena tak ada satupun cinta sejati yang aku temukan selain di diri kamu.
Aku Mencintaimu Karena semua hal yang telah kau beri tanpa harap kembali.
Aku mencintaimu karena kamu tak pernah tau aku bersalah juga padamu
Aku Mencintaimu Karena gigihnya usahaku untuk mendapatkanmu
Aku Mencintaimu Karena sela jemari tanganku ini, hanya tergenapkan utuh oleh jemarimu ketika kita saling menggenggam dan jatuh cinta.
Aku Mencintaimu Karena disisimu, sepiku hilang. Di sampingmu, aku terjaga. Dan bersamamu aku bahagia!
Aku Mencintaimu karena hanya dirimu yg membuatku merasa tenang dan bahagia..
Aku Mencintamu Karena aku dari awal yakin aku dapat menjadi apa yang kau butuhkan dan apa yang kau selama ini cari.
Aku selalu menunggumu walaupun sampae waktu ku habis..
Aku cinta kamu, aku menyayangimu hanya karena allah.. bukan karena nafsu..
Aku ingin kamulah yang terakhir untukku, kamulah cinta terakhirku, tiada orang lain lagi dihatiku..
Aku Cinta Kamu Aku Sayang kamu.. Selamanyaaaaaaaaa..!!
Sampai ajal yang memisahkan kita..